
Arca SRI TRIBHUWANATUNGGADEWI MAHARAJASA JAYAWISNUWARDHANI sebagai PARWATI dari candi di desa Panggih – Trowulan – Koleksi The Metropolitan Museum of Art, New York – USA
Seated female ascetic, Eastern Javanese period, 15th–16th century Bronze The Metropolitan Museum of Art, New York – USA
Pull toy of a cart and driver, Eastern Javanese period, ca. 15th century The Metropolitan Museum of Art, New York – USA
Door Guardian (Arca Penjaga Pintu — Dwarapala) 1300-1400 CE Indonesia eastern Java Andesite (3) the Asian Art Museum of San Francisco in California



Khoerul Situpengkrang
November 12, 2011 at 10:44 pm
sangat disayangkan yah peninggalan leluhur kita berada di negara orang…padahal melalui sebuah peninggalan kita bisa mengetahui kejadian di masa lampau sehingga kita mengerti identitas diri kita…museum dan peninggalan di negara kita juga banyak yang dibiarkan tak terawat dan bahkan ada yang dilelang ataupun dijual…padahal peninggalan itu sangat penting untuk informasi pada generasi yang akan datang…
Ejoth Loepoes
Desember 24, 2011 at 11:00 am
milik Indonesia (Nusantara)
harusnya ada d negara kita….